Jumat, 28 November 2014

PROFIL TAUFAN MUHAMAD SYAHVIANTO 'alias' OPANDRAGUNOV

Kenalkan Saya Taufan Muhamad Syahvianto atau biasa dipanggil OPAN,Saya Lahir di Bandung Pada Tanggal 13 April 1994.Rumah Saya di Komplek Perumahan Yang Berada di Daerah Kabupaten Bandung,Jawa Barat. Saya Anak ke 2 dari 3 Bersaudara dari ke 2. Saya Lahir Dari Kedua Orang tua saya yang bernama Taufik Maulana Raharja dan Sovie Setiawaty. Saya sangat menyukai dunia Railfaning atau yang berhubungan dengan yang namanya Kereta Api,selain itu saya sangat suka travelling ke Luar Kota dan Wisata Kuliner :)





PENDIDIKAN Saya :
1999 - 2000 TK BHAYANGKARI Bandung
2000 - 2001 SDN Nilem Bandung
2001-2002 SDN Sadagori 1 Cirebon
2002-2003 SDN 17 Pontianak,Kalimantan Barat
2003-2006 SDN Manahan Solo,Jawa Tengah
2006-2009 SMPN 27 Semarang,Jawa Tengah
2009-2012 SMA BPI 1 Bandung

2012-2016 Universitas Widyatama Bandung,Jurusan Bisnis Manajemen S1


Rabu, 12 November 2014

POINT OF SALE


Point Of Sale atau disingkat POS dapat diterjemahkan bebas menjadi sistem kasir, yaitu aktivitas yang ber-orientasi pada penjualan yang terjadi pada bidang usaha retail. Mengapa POS ini menjadi terlihat sangat penting? Hal ini semata-mata adalah karena POS merupakan terminal tempat uang diterima dari pelanggan ke toko retail. Bagi pemilik usaha, uang masuk adalah indikator yang paling mudah untuk mengukur pendapatan, disebut dengan OMZET.
POS juga menjadi penting karena seiring dengan berkembangnya usaha, sistem kasir akan dijalankan bukan oleh pemilik, namun oleh karyawan. Karena itu pemilik wajib tahu apa yang dikerjakan oleh kasir, dan berapa uang yang didapatkan secara tepat.



Para pengusaha retail lama mungkin telah terbiasa dengan mesin kasir elektronik atau disebut Cash Register. Cash Register adalah sistem kasir sederhana yang bisa mengetahui omzet hari ini. Mesin ini juga bisa mengetahui aktivitas uang masuk oleh masing-masing karyawan kasir, jika dipakai oleh lebih dari satu orang.
Seiring dengan pesatnya perkembangan komputer, cash register mulai ditinggalkan dengan alasan sebagai berikut:
- Kapasitas penyimpanan terbatas
- Hanya dapat melakukan transaksi POS sederhana
- Tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya
- Sistem POS terlalu sederhana. 


Kalaupun ada cash register yang mampu mendukung sistem stok (persediaan), harganya sangat mahal dibandingkan komputer
- Tidak dapat di upgrade. Misalnya tidak mendukung sistem Barcode. Kalaupun ada, harganya juga mahal.
- Biaya maintenance tinggi. Jika terjadi kerusakan modul, spare-part jarang tersedia dan harganya mahal.

Karena itu,sistem POS atau kasir telah digantikan oleh sistem komputer kasir. Walaupun tahap implementasi awal terlihat lebih rumit, namun fitur yang disediakan jauh melebihi cash register.
Saat ini cash register hanya cocok dipakai untuk counter-counter sederhana yang tidak mempunyai terlalu banyak barang. Misalnya depot di food court, open space counter di mall, atau usaha retail dengan frekuensi penjualan yang rendah. Satu-satunya keunggulan cash register adalah bentuknya yang compact dan mudah dipindah-pindah.

Teknologi Point Of Sale

Point fo Sale System
Sistem POS berevolusi dari cash register mekanik paruh pertama abad ke-20. Contoh termasuk register NCR, yang dioperasikan oleh engkol, dan Burroughs tuas yang dioperasikan register. kas register ini direkam data jurnal atau tape kaset kertas dan diperlukan langkah tambahan untuk menuliskan informasi ke dalam sistem akuntansi pengecer.

Kemudian cash register pindah ke operasi dengan listrik, seperti NCR Class 5 cash register. Sistem berbasis komputer pertama diperkenalkan pada tahun 1973, seperti IBM 3653 Store System dan NCR 2150. produsen berbasis komputer lainnya adalah Regitel, TRW, dan Datachecker. 1973 juga membawa tentang pengenalan / UPC EAN Barcode pembaca untuk sistem POS. Pada tahun 1986, IBM 4683 memperkenalkan PC berbasis sistem POS.

Selama tahun 1980-an dan 90-an, produsen mengembangkan perangkat kredit mandiri kartu untuk mudah dan aman menambahkan kartu kredit pengolahan untuk sistem POS.Beberapa model yang populer meliputi Tranz VeriFone 330, Hypercom T7 Plus, dan Lipman Nurit 2085. Perangkat ini relatif sederhana telah berevolusi untuk menangani beberapa aplikasi (kartu kredit pengolahan, aktivasi gift card, verifikasi usia, karyawan pelacakan waktu) pada satu perangkat. Beberapa POS nirkabel sistem untuk restoran tidak hanya memungkinkan untuk memproses pembayaran mobile, mereka juga memungkinkan server untuk memproses urutan yang benar seluruh makanan di tableside.

Kebanyakan sistem ritel POS melakukan lebih dari sekedar “titik penjualan” tugas.Bahkan untuk lebih kecil tier 4 & 5 pengecer, banyak POS sistem dapat mencakup akuntansi terpadu, manajemen persediaan, terbuka untuk membeli peramalan, manajemen hubungan pelanggan (CRM), manajemen pelayanan, sewa, dan modul penggajian. Karena ini berbagai fungsi, vendor kadang-kadang lihat solusi POS sebagai perangkat lunak manajemen ritel atau perangkat lunak manajemen bisnis.

Awal POS software
Register tunai elektronik (ECR) yang diprogram dalam perangkat lunak berpemilik dan sangat terbatas dalam kemampuan fungsi dan komunikasi. Pada bulan Agustus 1973 IBM mengumumkan IBM 3650 dan 3660 Store Systems yang, pada dasarnya, sebuah komputer mainframe dikemas sebagai pengontrol toko yang bisa mengendalikan 128 IBM 3653/3663 Point of Sale Registers. Sistem ini adalah penggunaan komersial pertama teknologi client-server, peer to peer komunikasi, Local Area Network (LAN) cadangan simultan, dan inisialisasi remote. Pada pertengahan 1974, itu dipasang di Pathmark Toko di New Jersey dan 

Dillards Department Store.
Programabilitas memungkinkan pengecer untuk lebih kreatif. Pada tahun 1979 Canal Old Gene Mosher’s Cafe di Syracuse, New York menggunakan software POS yang ditulis oleh Mosher yang berlari pada Apple II untuk mengambil pesanan pelanggan di pintu masuk depan restoran dan detail persiapan cetak lengkap di dapur restoran.Dalam konteks novel, konsumen sering akan melanjutkan ke meja mereka untuk menemukan makanan mereka menunggu mereka sudah. Perangkat lunak ini termasuk tenaga kerja dan laporan real time makanan biaya. Sekarang,sebagian besar pengecer besar menggunakan software POS atau sistem.

POS hardware interface standarisasi
Vendor dan pengecer yang bekerja untuk standarisasi pengembangan sistem komputerisasi dan menyederhanakan POS interkoneksi perangkat POS. Dua inisiatif tersebut OPOS dan JavaPOS, yang keduanya sesuai dengan standar UnifiedPOS dipimpin oleh The National Retail Foundation.
OPOS, singkatan dari OLE untuk POS, adalah standar yang sering diadopsi pertama dan telah dibuat oleh Microsoft, NCR Corporation, Epson dan Fujitsu-ICL. OPOS adalah antarmuka berbasis COM kompatibel dengan semua-bahasa pemrograman COM diaktifkan untuk Microsoft Windows. OPOS pertama kali dirilis pada tahun 1996.JavaPOS dikembangkan oleh Sun Microsystems, IBM, dan NCR Corporation di tahun 1997 dan pertama kali dirilis pada tahun 1999. JavaPOS adalah untuk Java apa OPOS untuk Windows, dan dengan demikian sebagian besar platform independen.

Perintah protokol komunikasi POS
Ada beberapa protokol komunikasi sistem POS gunakan untuk mengendalikan peripheral. Diantaranya adalah

  • EPSON Esc / POS
  • Standar UTC
  • UTC Enhanced
  • AEDEX
  • ICD 2002
  • Terakhir
  • CD 5220
  • DSP-800
  • ADM 787/788.
  • Ada juga hampir sama protokol proprietary banyak karena ada perusahaan yang membuat peripheral POS. Emax, digunakan oleh emax International, merupakan kombinasi dari terminal AEDEX dan IBM 










TRANSACTION PROCESSING SYSTEM



Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System disingkat TPS) adalah sistem yang menjadi pintu utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatu organisasi. Sistem yang ber-interaksi langsung dengan sumber data (misalnya pelanggan)adalah sistem pengolahan transaksi, dimana data transaksi sehari-hari yang mendukung operasional organisasi dilakukan. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan dan mempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi,misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen, atau kebutuhan sistem informasi eksekutif.

Komponen-Komponen Pemrosesan Transaksi 
A.    Dokumen Sumber
Kebanyakan transaksi dicatat pada dokumen sumber, selain menyediakan catatan-catatan tertulis dokumen sumber berfungsi :
a.       Memicu meng-otorisasi operasi fisik
Sebagai contoh surat pesanan penjualan meng-otorisasi pengiriman barang dan gangguan kepada pelanggan.
b.      Memantau arus fisik
Misalnya surat pesanan penjualan digunakan untuk memperlihatkan pergerakan barang pesanan dari gudang ke tempat pengiriman.
c.       Mencerminkan akuntabilitas atas tindakan yang diambil
Misalnya tagihan dari pemasok diparaf untuk memperlihatkan bahwa tagihan ini sudah diperiksa kebenarannya.
d.      Menjaga kemutakhiran dan kelengkapan basis data
Sebagai contoh kopi faktur penjualan digunakan untuk memutakhirkan saldo dalam catatan sediaan. Catatan pelanggan dan kemudian diarsipkan untuk kepentingan riwayat penjualan.
e.       Menyediakan data yang dibutuhkan untuk keluaran
Misalnya data dalam surat pesanan penjualan digunakan untuk menyiapkan faktur penjualan dan ikhtiar penjualan.

B.     Jurnal dan Register
Jurnal dan register merupakan catatan akunting yang memuat data dalam urutan kronologis. Jurnal merupakan catatan akunting formal awal dalam sistem manual. Mengikhtiarkan data transaksi dalam satu keuangan. Register berfungsi sebagai pengganti jurnal atau catatan kronologis atau buku harian untuk data atau peristiwa yang tidak bersifat keuangan.

C.    Buku Besar dan Arsip
Buku besar (ledger) mengikhtiarkan status perkiraan dalam satuan keuangan. Nilai transaksi yang muncul dalam jurnal dipindahkan atau diposkan ke pos perkiraan yang sesuai. Melalui proses posting ini status setiap perkiraan yang terpengaruh dimutakhirkan dengan menaikkan atau menurunkan saldo perkiraan sebesar nilai transaksi. Jadi, jika jurnal menekankan pada kegiatan transaksi, buku besar menekankan pada status perkiraan.
D.    Laporan dan Dokumen
Berbagai laporan umumnya dihasilkan dari pemrosesan transaksi. Salah satu jenis keluaran laporan dikenal sebagai laporan keuangan. Sejumlah besar dokumen operasional juga dihasilkan oleh sistem pemrosesan transaksi. Beberapa dari dokumen ini dihasilkan untuk memicu tindakan. Dokumen lain dihasilkan untuk mencatat tindakan-tindakan yang telah diselesaikan. Dokumen operasional tertentu yang disiapkan oleh sistem pemrosesan transaksi perusahaan menjadi masukan dokumen sumber untuk pemrosesan lebih lanjut.

E.     Bagian Perkiraan dan Kode Lainnya
Transaksi akunting harus diklasifikasikan dan dikodekan sebelum diposkan ke dalam buku besar. Bagan perkiraan merupakan daftar berkode dari perkiraan-perkiraan yang termuat dalam buku besar umum perusahaan. Pada dasarnya, ini merupakan struktur data keuangan perusahaan. Bagan perkiraan ini bukan saja memungkinkan pengklasifikasian dan pengkodean data transaksi melainkan juga menyediakan elemen-elemen data rinci untuk menyusun dan menyajikan informasi dalam laporan keuangan.

F.     Rangkaian Audit
Rangkaian audit adalah seperangkat mata rantai yang dibentuk oleh elemen-elemen pemrosesan transaksi pokok. Rangkaian audit merupakan alat untuk melakukan penelusuran dari dokumen-dokumen sumber melalui jurnal dan buku besar sampai ke total ikhtisar dalam laporan keuangan atau keluaran keuangan lainnya, dan sebaliknya. Disamping membantu audit sistem pemrosesan transaksi. Rangkaian audit memungkinkan :
(1)     Koreksi kesalahan yang terdeteksi
(2)     Menjawab pertanyaan
(3)     Rekonstruksi arsip

G.    Tindakan Pengendalian dan Pengamanan
Pemrosesan transaksi yang baik menuntut adanya berbagai tindakan pengendalian dan pengamanan. Contoh pengendalian yang telah dijelaskan meliputi bagan perkiraan, perkiraan pengendali, rangkaian audit, dan metode pemrosesan sekali tulis. Pengendalian seperti itu harus didukung dengan dokumentasi yang memadai, meliputi : (1) manual prosedur, dan (2) uraian tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka yang terlibat dalam pemrosesan transaksi.

Tugas Pokok Sistem Pengolahan Transaksi
Ada empat tugas pokok dari sistem pengolahan transaksi, yaitu:
1. Pengumpulan Data :
 Setiap organisasi yang ber-interaksi langsung denganlingkungannya dalam penyediaan jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yangmengumpulkan data transaksi yang bersumber dari lingkungan.
2. Manipulasi Data :
 Data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulusebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasiatau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi. Beberapa tugasmanipulasi data adalah sebagai berikut:
a. Klassifikasi : data dikelompokkan menurut kategori tertentu, misalnya menurutjenis kelamin, menurut agama, menurut golongan, dsb.
b. Sortir : data diurutkan menurut urutan tertentu agar lebih mudah dalam pencariandata, misalnya di-sortir menurut abjad nama, atau menurut nomer induk, dsb.
 c. Perhitungan : melakukan operasi aritmetika terhadap elemen data tertentu, misalnyamenjumlahkan penerimaan dan pengeluaran setiap hari, atau menghitung jumlahhutang pelanggan, dsb.
d. Pengikhtisaran : melakukan peringkasan data (summary) seperti sintesa datamenjadi total, sub-total, rata-rata, dsb.
3. Penyimpanan data : 
data transaksi harus di-simpan dan dipelihara sehingga selalu siapmemenuhi kebutuhan para pengguna.
4. Penyiapan dokumen : 
beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk memenuhikeperluan unit-unit kerja dalam organisasi.

Tujuan Pemrosesan Transaksi
Pertukaran ekonomi dengan pihak-pihak eksternal (berupa : pembelian persediaandan penjualan barang dan jasa) dan internal (berupa : penyusutan aktiva tetap dan aplikasi tenaga kerja.


EDI (Electronic Data Interchange)



Menurut kamus TI Pengertian EDI Adalah Metode untuk saling bertukar data bisnis atau transaksi secara elektronik melalui jaringan komputer.


•  ANSI X12 Standard AS dan Canada
•  EDIFACT (Standard Eropa)
•  IEF
•  Dll

Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI adalah satu bentuk “e-commerce” yang secara formal diperkenalkan kepada seluruh masyarakat secara luas dengan menggunakan media komputer di dalam pelaksanaannya.
Standard EDI yang belaku saat ini adalah SPEC 2000

Manfaat EDI
Manfaat EDI secara Umum adalah:
•  Mengurangi kesalahan
•  Mengurangi biaya
•  Meningkatkan efisiensi operasional
•  Meningkatkan kemampuan bersaing
•  Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang
•  Meningkatkan pelayanan pelanggan

Selain itu manfaat EDI secara detail adalah:


1. Pertukaran informasi data dapat dilakukan antar aplikasi sehingga tidak perlu re –entry data dari sisi penerima dan tidak diperlukan prosews printing dari sisi pengirim
     
2. Penyampaian atau penerimaan informasi dari dokumen lebih cepat dan aman, sehingga pelayanan dapat segera diperoleh tanpa perlu datang ke kantor pabean
    
3. Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan mendukung terbentuknya electronic trading dan EDI merupakan pertukaran data elektronik yang telah disepakati.

Sumber Data 
http://www.alatkasir.com/pengertian-point-of-sale/